Lompat ke konten

Annual letter 2022

Setiap orang saya yakin memiliki passion-nya masing-masing. Atau sedang ditahap pencarian passion. Passion sendiri berarti kegemaran, gairah, keinginan yang besar, semangat, … (KBBI). semua orang memilih passion-nya masing-masing. dimana mereka melakukan suatu pekerjaan tanpa mengharap imbalan atau secara sukarela. passion juga bisa menentukan seberapa tinggi tingkat stress seseorang dalam melakukan rutinitas pekerjaannya.

Saya menemukan diri saya selama 1 tahun terakhir tenggelam dalam dunia desain produk digital, yang mana menurut saya saya sangat menyukainya. Sejauh ini saya belum menemukan kejenuhan dalam pekerjaan ini karena saya selalu menemukan sesuatu hal baru yang ingin saya pelajari.

Saya kagum dengan desain dan bagaimana desain dapat memudahkan manusia melakukan suatu hal. Kekuatan untuk mengubah dunia tempat kita tinggal. Saya memiliki keinginan untuk bereksperimen dan apresiasi yang mendalam pada ide-ide kreatif untuk menyelesaikan masalah. 

Saya termotivasi untuk menciptakan produk digital (digital product) yang menyenangkan dan bermakna dengan pengalaman pengguna (user experience) yang tidak terlupakan. Dalam menciptakan suatu produk, saya terinspirasi oleh alam sekitar kita dan mengambil manfaat darinya. Seperti pada desainer terdahulu yang banyak mengambil ide dari alam. Kereta cepat Shinkansen Jepang misalnya.  

Pada tahun 1989, kereta cepat Shinkansen mengalami masalah. Karena kereta ini dapat melaju dengan kecepatan 170 mil/jam, maka setiap kali keluar terowongan akan mengeluarkan suara keras. Apabila dekat dengan pemukiman padat maka ini adalah masalah yang besar. Jadi, tim teknik didatangkan untuk merancang kereta yang lebih cepat, lebih tenang, dan lebih efisien. Ide inspirasi dari alam untuk menyelesaikan masalah ini berawal dari Eiji Nakatsu, Manajer Umum Departemen Pengembangan Teknis yang mana adalah seorang pengamat burung. Mungkin inspirasi yang paling menonjol adalah burung kingfisher. Burung kingfisher adalah burung yang menyelam ke dalam air untuk menangkap mangsanya. Bentuk paruhnya yang unik memungkinkannya melakukan itu nyaris tidak membuat percikan air. Nakatsu kemudian mengaplikasikannya pada bentuk lokomotif ini yang menyerupai paruh burung kingfisher. Ketika desain ulang memulai debut pertamanya pada tahun 1997, hasilnya kereta 10% lebih cepat, konsumsi energi listrik 10% lebih sedikit, dan mempertahankan tetap di bawah batas kebisingan 70dB di daerah perumahan.

Apa yang dilakukan Eiji Nakatsu memberikan saya pelajaran tentang kehidupan. Kehidupan ini telah ada selama 3,8 miliar tahun dan saya menyadari butuh waktu penelitian dan pengembangan untuk membuat suatu produk yang berguna. Orang-orang yang mendesain dunia kita harus banyak belajar dari alam. Yang perlu kita lakukan hanyalah mengamati sekitar kita. Pergi ke alam membuat saya melatih indra dan memberi kapasitas untuk menjadi kreatif atau seseorang yang lebih baik. Semua pengalaman ini mengajari saya bahwa desain memberikan kita kapasitas untuk membentuk dunia di sekitar kita. Pertanyaannya adalah dunia seperti apa yang ingin kita tinggali?

Jika ditarik garis waktu, kecintaan saya pada desain teknologi dimulai sejak saya kecil. Waktu itu saya jarang keluar rumah saat kecil. Mungkin karena saya malu atau ibuku tidak memperbolehkan saya bermain terlalu lama dengan anak-anak lainnya atau entahlah. Namun saya memiliki komputer pada waktu itu di rumah. Komputer pertama saya adalah PC IBM Windows 98. Saya teringat waktu itu ayah saya membelikannya sebagai hadiah kelulusan pada saat saya kelas 6 SD.  Sejak saat itu saya tertarik pada apa pun yang berbau teknologi. Masalah teknis apa pun yang dialami orang yang tinggal di dekat tempat tinggal saya, mereka selalu meminta bantuan dan saya berusaha memecahkan masalah mereka. Terkadang hal yang menurut saya terlalu kecil dan sederhana bisa jadi hal yang besar buat orang lain. Membantu orang lain membantu saya membangun rasa empati kepada orang sekitar.

Saya mungkin akan mengingat bahwa beberapa bulan terakhir ini menjadi titik dimana saya berdedikasi mencurahkan waktu saya untuk terus belajar metode baru, memperdalam keterampilan alat desain baru, dan belajar berkelanjutan. Sehingga, pada nantinya saya bisa membagikan ilmu dan keterampilan saya untuk meningkatkan kehidupan dan komunitas kita. Saya belajar lebih optimis terhadap diri saya dan realistis terhadap apa yang diperlukan untuk bisa sejauh ini. Hal ini mengajarkan pada saya bahwa kita bisa sesekali pesimis dan mengambil waktu untuk merenungkannya. kemudian kita bisa berusaha lagi untuk optimis dan belajar beradaptasi, sekecil apa pun usaha yang sudah kita lakukan akan berdampak sangat besar untuk diri kita sendiri dikemudian hari.

Saya mulai banyak merenung, dan benar-benar mulai memahami pilihan yang saya buat dan dampaknya. Saya banyak berpikir tentang di mana saya berada dalam hidup, mengapa saya ada di sana, dan apa yang akan saya lakukan secara berbeda di sepanjang jalan. Saya memikirkan apa yang saya inginkan untuk masa depan saya, bukan hanya dari segi karier, tetapi juga untuk menjadi bahagia. Dan bukan karena pandangan saya berubah dari pengalaman ini, tetapi saya merasa seperti mendapatkan tingkat kejelasan yang baru. Saya jauh lebih percaya diri dengan tujuan hidup saya, dan dapat mengejarnya dengan bangga dan yakin.